Mungkin istilah “sleepOlogy” terdengar aneh, karena memang istilah ini tercetus begitu saja di kepala saya ketika memikirkan judul apa yang tepat jika postingan saya kali ini adalah tentang tidur.
Adakah manusia di dunia ini yang tidak pernah tidur? Saya yakin tidak ada. Karena tidur merupakan proses fungsional tubuh, sekuat apapun anda berusaha untuk terjaga berhari hari dan tidak tidur, percayalah anda pasti kalah. Tidur tidak sesimple memejamkan mata anda. Tidur merupakan peristiwa yang sangat kompleks karena tidur mencakup perubahan seluruh sistem tubuh. Mulai dari kerja otak hingga tekanan darah dan sistem hormon, semuanya berbeda saat anda bangun dan saat anda tidur. Bahkan sampai saat ini tidur masih menyimpan banyak misteri yang belum dapat dipecahkan.
Menurut buku fisiologi Guyton tidur merupakan keadaan tidak sadar (uncounsiousness) dimana dapat dipulihkan (disadarkan kembali) dengan sensori (e.g dicubit,diteriakin deket kupingnya, digoncang goncang dsb yang berhubungan dengan sentuhan fisik) atau stimulus lain. Tidur berbeda dengan koma, karena koma tidak dapat dipulihkan dengan stimulus dan rangsang sensorik. tidur terdiri dari beberapa tahap.
Dua tipe tidur yaitu:
Slow Wave Sleep.
Merupakan tidur pada 1 jam pertama. Slow Wave Sleep sering juga disebut sebagai tidur dalam, hal ini diasosiasikan dengan menurunnya tonus vaskular dan fungsi vegetatif tubuh ( tekanan darah,
respiratory rate, dan basal metabolik rate menurun). Pada tahap ini biasanya tidak terjadi mimpi, namun beberapa penelitian membuktikan jika dalam fase tidur dalam terjadi mimpi maka saat orang tersebut bangun ia tidak akan ingat akan mimpi tersebut. Hal ini diduga pada saat bermimpi tidak terjadi konslolidasi dengan memori pada korteks serebri.
Merupakan tidur pada 1 jam pertama. Slow Wave Sleep sering juga disebut sebagai tidur dalam, hal ini diasosiasikan dengan menurunnya tonus vaskular dan fungsi vegetatif tubuh ( tekanan darah,
respiratory rate, dan basal metabolik rate menurun). Pada tahap ini biasanya tidak terjadi mimpi, namun beberapa penelitian membuktikan jika dalam fase tidur dalam terjadi mimpi maka saat orang tersebut bangun ia tidak akan ingat akan mimpi tersebut. Hal ini diduga pada saat bermimpi tidak terjadi konslolidasi dengan memori pada korteks serebri.
Paradoksikal Sleep/ Rapid Eye Movement Sleep ( REM ).
Tidur REM akan muncul di sela sela tidur malam. biasanya REM muncul tiap 90 menit dan berlangsung selama 5-30 menit. Pada orang yang sangat mengantuk frekuensi kemunculan REM menurun bahkan bisa jadi tidak ada REM. Namun semakin lama tidur seseorang semakin meningkat frekuensi REMnya.
Tidur REM akan muncul di sela sela tidur malam. biasanya REM muncul tiap 90 menit dan berlangsung selama 5-30 menit. Pada orang yang sangat mengantuk frekuensi kemunculan REM menurun bahkan bisa jadi tidak ada REM. Namun semakin lama tidur seseorang semakin meningkat frekuensi REMnya.
Beberapa karakteristik REM adalah:
- Adanya mimpi dan gerakan aktiv otot saat tidur.
- Sulit untuk dipulihkan ( dibangunkan ) dengan rangsang sensorik dan stimulus lain jika dibandingkan dengan tidur Slow wave.
- Tonus otot di seluruh tubuh terhambat sebab terjadi inhibisi pada daerah spinal.
- Heart rate dan Respiratory Rate ( denyut jantung dan nafas per menit) menjadi tidak teratur (hal ini merupakan ciri khas seorang yang mimpi).
- Munculnya gerakan otot yang tidak teratur dan gerakan mata yang cepat.
- Otak menjadi sangat aktif, metabolisme otak meningkat sekitar 30% dan dalam pencatatan EEG pola gelombang otak mirip dengan keadaan bangun.
Atas alasan inilah maka REM disebut juga sebagai tidur paradoksikal sebab orang tidur namun aktivitas otaknya mirip dengan orang bangun.
- Adanya mimpi dan gerakan aktiv otot saat tidur.
- Sulit untuk dipulihkan ( dibangunkan ) dengan rangsang sensorik dan stimulus lain jika dibandingkan dengan tidur Slow wave.
- Tonus otot di seluruh tubuh terhambat sebab terjadi inhibisi pada daerah spinal.
- Heart rate dan Respiratory Rate ( denyut jantung dan nafas per menit) menjadi tidak teratur (hal ini merupakan ciri khas seorang yang mimpi).
- Munculnya gerakan otot yang tidak teratur dan gerakan mata yang cepat.
- Otak menjadi sangat aktif, metabolisme otak meningkat sekitar 30% dan dalam pencatatan EEG pola gelombang otak mirip dengan keadaan bangun.
Atas alasan inilah maka REM disebut juga sebagai tidur paradoksikal sebab orang tidur namun aktivitas otaknya mirip dengan orang bangun.
Pusat- Pusat Pengatur Tidur.
Stimulasi pada bagian otak tertentu dapat menyebabkan seseorang tidur. Diantara bagian bagian otak tersebut adalah :
Sebuah area bernama nukleus raphei pada bagian bawah pons di medulla diduga merupakan penyebab tidur. Serat neuron dari nukleus raphei ini menyebar pada batang otak, formasio retikularis dan juga ke atas ke talamus, hipotalamus dan ke sistem limbik bahkan mencapai neokorteks cerebrum. Ujung ujung neuron dari nukleus raphei ini mengeluarkan serotonin, serotonin merupakan substansi penyebab tidur. Pada penelitian, diberikan obat yang memblok kerja serotonin pada hewan hasilnya hewan tersebut tidak dapat tidur.
Sebuah nukleus pada traktus solitarius juga diduga menyebabkan tidur.
Beberapa area di diencepalon juga diduga pusat tidur.
Stimulasi pada bagian otak tertentu dapat menyebabkan seseorang tidur. Diantara bagian bagian otak tersebut adalah :
Sebuah area bernama nukleus raphei pada bagian bawah pons di medulla diduga merupakan penyebab tidur. Serat neuron dari nukleus raphei ini menyebar pada batang otak, formasio retikularis dan juga ke atas ke talamus, hipotalamus dan ke sistem limbik bahkan mencapai neokorteks cerebrum. Ujung ujung neuron dari nukleus raphei ini mengeluarkan serotonin, serotonin merupakan substansi penyebab tidur. Pada penelitian, diberikan obat yang memblok kerja serotonin pada hewan hasilnya hewan tersebut tidak dapat tidur.
Sebuah nukleus pada traktus solitarius juga diduga menyebabkan tidur.
Beberapa area di diencepalon juga diduga pusat tidur.
Siklus Bangun-Tidur
Jadi saat pusat2 tidur di otak ( yg ada 3 itu lho) tidak teraktivasi maka mesenchepalon dan uuper pontile dan retikular aktivating sistem(disebut juga RAS)( pusat2 bangun) akan terktivasi. Hal ini lalu menyebabkan korteks serebri dan nervus perifer teraktivasi dan mengeluarkan umpan balik positif pada RAS. Setelah berjam-jam aktif, neuron2 tsb menjadi capek. Sehingga umpan balik positif melemah dan pusat2 tidur mengambil alih kontrol. Sehingga dengan cepat seseorang akan merasa mengantuk dan tertidur.
Jadi saat pusat2 tidur di otak ( yg ada 3 itu lho) tidak teraktivasi maka mesenchepalon dan uuper pontile dan retikular aktivating sistem(disebut juga RAS)( pusat2 bangun) akan terktivasi. Hal ini lalu menyebabkan korteks serebri dan nervus perifer teraktivasi dan mengeluarkan umpan balik positif pada RAS. Setelah berjam-jam aktif, neuron2 tsb menjadi capek. Sehingga umpan balik positif melemah dan pusat2 tidur mengambil alih kontrol. Sehingga dengan cepat seseorang akan merasa mengantuk dan tertidur.
Fungsi Tidur:
Tidur berguna untuk mengembalikan aktifitas otak yang setelah dipakai berjam jam akan lelah.Kurang tidur akan mempengaruhi fungsi syaraf kita. Begadang cukup lama akan menyebabkan malfungsi yang progresif pada proses berfikir dan menyebabkan perilaku abnormal.
Tidur berguna untuk mengembalikan aktifitas otak yang setelah dipakai berjam jam akan lelah.Kurang tidur akan mempengaruhi fungsi syaraf kita. Begadang cukup lama akan menyebabkan malfungsi yang progresif pada proses berfikir dan menyebabkan perilaku abnormal.
Masih belum puas?? masih kurang?? sabar...
bersambung ke → SleepOlogy episode II :)
bersambung ke → SleepOlogy episode II :)