Tampilkan postingan dengan label fist debute. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fist debute. Tampilkan semua postingan
Jumat, 19 Juni 2009
Habis makan langsung tidur?? Awas bahaya..
Siapa sih yang tidak mengantuk sehabis makan? Apalagi habis makan malam. Dulu waktu saya masih SD, saya pernah baca komik Doraemon, di situ ceritanya si Tsuneo lagi makan, setelah selesai makan dia langsung tidur padahal udah dibilangin ibunya, “Tsuneo abis makan jangan tidur! Nanti kamu jadi kerbau!” kata ibunya. Eh tsuneonya malah membantah, cuek dia tidur juga. Setelah Dia bangun, begitu kagetnya Tsuneo saat berkaca, karena dia sudah jadi kerbau. He he he
Nah lanjut,, itu kan versi Doraemon, ada versi lain mengatakan kalo habis makan langsung tidur maka kita akan cepat gemuk (kalo yang ini saya mau banget, soalnya saya kurus.. he he he), pendapat kedua ini ada benarnya, karena saat tidur energy yang dihabiskan jauh lebih kecil dibandingkan saat kita terjaga dan duduk sambil membaca misalnya. Tapi saya tidak akan membahas lebih lanjut tentang hal ini karena menurut saya ada yang jauh lebih berbahaya dari pada menjadi gendut jika kita langsung tidur sehabis makan, yaitu resiko terkena Gastroesophageal Reflux Disease ( atau bahasa indonesianya Penyakit Refluks Gastro ESofagus) atau sering disebut GERD. GERD merupakan suatu kondisi dimana makanan yang sudah ada di lambung akan naik lagi ke tenggorokan (refluks). Lambung merupakan bagian terasam di tubuh kita, bagaimana tidak fungsinya kan untuk mencerna makanan, nah kondisi asam ini dibutuhkan agar makanan bisa hancur dan mudah diserap. Kalau substansi asam ini naik ke saluran pencernaan kita ( bahkan sampai ke tenggorokan) bisa anda bayankan apa yang terjadi, asam lambung akan merusak dinding tenggorokan anda. Lalu kenapa lambung tidak rusak? Kalo tenggorokan saja bisa rusak kena asam lambung? Lambung kita punya lapisan pelindung yang dikeluarkan oleh sel sel pelapisnya ( berupa mucus dan ion ion bikarbonat) sedangkan tenggorokan kita tidak dilindungi, jadi substansi apapun yang dapat mengiritasi tanggorokan akan dengan mudah melakukannya.
Sebenarnya esophagus ( kalau tidak salah bahasa awamnya kerongkongan, kalau salah tolong benarkan ya..) punya semacam katup ( sphincter ) yang bisa mencegah makanan yang sudah masuk ke lambung untuk naik lagi, nama katupnya Lower Esophageal Sphincter (LES). Namun katup ini bisa saja tidak berfungsi dengan semestinya, kondisi kondisi yang dapat menyebabkan hal ini terjadi diantaranya adalah konsumsi makanan yang banyak mengandung kafein, karena kafein dapat menurunkan daya kontraksi LES . sehingga makanan di lambung tidak “terkunci” dengan baik.
Lalu.. apa yang terjadi bila saluran pencernaan atas kita teriritasi oleh asam lambung?
Inilah dia gejala gejalanya:
heart burn = nyeri dada, seringkali disangka nyeri jantung ( bahasa medisnya pyrosis): memburuk pada posisi berbaring telentang
dysfagia = sulit menelan : disebabkan oleh obstruksi
hoarsness = suara parau
batuk = terkadang sampai terbangun di tengah malam karena batuk tiba tiba
pneumonia : aspirasi saat tidur, makanan yang naik tadi masuk ke saluran pernafasan sehingga saat tidur bisa batuk tiba tiba.
Tentunya hal ini tidak terjadi dalam satu atau dua malam, oleh karena itu jangan jadikan tidur setelah makan sebagai kebiasaan anda. GERD yang berkepanjangan dapat menyebabkan luka pada esophagus bertambah parah dan menyebabkan kanker esophagus.
Barang siapa yang sudah merasa pernah mengalami gejala tersebut maka perlu menghindari hal hal berikut:
Hindari makan dalam porsi terlalu besar dan mengandung banyak lemak (lemak dapat menginduksi relaksasi LES, sehingga LES tidak dapat kontrasi maksimal).
Menghindari makan dalam 3-4 jam menjelang tidur.
Menghindari merokok alcohol dan minuman berkafein tinggi karena bisa menginduksi relaksasi LES.
Tetap dalam posisi tegak setelah makan dan jangan berbaring langsung setelah makan.
Menghindari memakai pakaian yang terlalu ketat dan dapat menekan abdomen setelah makan.
Mengonsumsi makanan dengan nutrisi lengkap dan mengandung serat.
Menghindari makanan bercitarasa asam dan pedas saat pyrosis timbul.
Mengurangi berat badan jika overweight.
Sukurilah keadaan anda saat ini karena belum tentu besok semua organ tubuh anda dapat berfungsi sebaik hari ini.
Langganan:
Postingan (Atom)